Adegan di ruang kerja itu terasa sangat mencekam! Gadis lulusan dengan jubah wisudanya tampak begitu ceria dan polos saat berbicara dengan pria tua, namun ketegangan langsung terasa saat pria muda itu muncul di ambang pintu. Tatapannya yang dingin seolah membekukan ruangan, kontras dengan keceriaan sang gadis. Peralihan adegan ke ruangan lain memperlihatkan sisi lain dari drama ini, di mana seorang wanita tertidur pulas dan diselimuti dengan penuh kelembutan. Detail tatapan tajam pria berkacamata itu benar-benar membuat penonton penasaran dengan hubungan rumit di antara mereka. Alur cerita dalam Kebangkitannya ini sukses membangun misteri yang kuat hanya lewat ekspresi wajah para pemainnya tanpa perlu banyak dialog.