PreviousLater
Close

Jangan Usik Orang Buta Itu Episode 15

like2.0Kchaase1.6K

Jangan Usik Orang Buta Itu

Wandi, seorang tukang pijat tunanetra, hidup sama istrinya yang lagi hamil. Keduanya saling sembunyikan identitas mereka. Dulunya, Wandi itu intelijen terhebat di dunia, dengan julukan “Sang Cahaya”. Sedangkan, Sarah itu pembunuh terbaik di Kelompok Arwah. Untuk lindungi keluarga kecil mereka, Wandi yang udah pensiun pun kembali lagi. Dalam sekejap, dunia jadi kacau dan semua orang ketakutan.
  • Instagram

Ulasan episode ini

Pria Berjaket Hitam vs Gelang Kayu

Pria berjas panjang dengan gelang kayu tampak tenang, tetapi matanya menyiratkan banyak rahasia. Kontras dengan pria berkacamata yang penuh luka—ada cerita latar belakang yang belum terungkap. Jangan Usik Orang Buta Itu gemar memainkan dualitas karakter 🕵️‍♂️

Gadis Dua Kuncir Pink & Tato Wajah

Gadis dengan dua kuncir pink dan tato 'XX' di pipi—gaya yang sangat unik! Penampilannya seperti perpaduan antara anime dan film action thriller. Di tengah suasana tegang, ia menjadi titik fokus visual yang memukau. Jangan Usik Orang Buta Itu tidak main-main soal estetika 💫

Surat Biru & Ekspresi Terkejut

Saat surat biru bertuliskan 'Letter of Appointment' muncul, semua karakter langsung berubah ekspresi. Adegan ini menjadi titik balik penting—bukan sekadar dokumen, melainkan kunci konflik selanjutnya. Jangan Usik Orang Buta Itu piawai membangun ketegangan melalui objek sederhana 📄

Adegan Gereja Bulan Merah yang Epik

Transisi ke gereja dengan bulan merah dan asap tebal—wow! Visualnya sangat sinematik, seperti adegan dari film fantasi besar. Keempat karakter berlutut, lalu sosok misterius muncul dari kabut. Jangan Usik Orang Buta Itu berani mengambil risiko secara visual dan berhasil! 🌕🔥

Bayi dalam Kain Bunga & Luka Darah

Adegan di hutan dengan wanita berpakaian hitam memegang bayi yang dibungkus kain bermotif, darah di wajahnya—tensi sangat tinggi! Jangan Usik Orang Buta Itu benar-benar memainkan emosi melalui detail kecil. Kamera dekat membuat kita ikut deg-degan 😳