Adegan di aula emas ini benar-benar memancarkan aura kekuasaan yang mencekam. Ekspresi Kaisar Jamal yang berubah dari tenang menjadi frustrasi saat berdiskusi dengan Perdana Menteri Heru menunjukkan beban berat seorang penguasa. Detail naga yang melilit pilar dan takhta menambah kesan megah sekaligus intimidatif. Rasanya seperti menonton episode tegang dari Jadi Serigala, Evolusiku Tanpa Batas di mana intrik politik selalu menjadi bumbu utama. Penampilan Jenderal Iqbal di akhir juga memberi isyarat bahwa konflik fisik mungkin segera terjadi. Suasana mencekam ini bikin penonton ikut menahan napas!