Mia mengungkapkan kepada ibunya bahwa masih ada perasaan di hatinya untuk Yasa, sang Panglima Muda, meskipun ada jurang yang tak bisa diseberangi antara mereka. Ia berharap surat-surat yang tidak pernah terkirim dapat menunjukkan ketulusan Yasa kepada Mia.Akankah surat-surat itu membuka jalan bagi reuni tak terduga antara Mia dan Yasa?