Evolusi Bermula dari Ular Licik
Ayan terlempar ke dunia makhluk, malah jadi seekor ular licik yang diejek semua orang. Saat nyaris mati, dia mengaktifkan Sistem Evolusi Penelan, dan akhirnya berevolusi jadi naga yang mengguncang dunia. Menghadapi serbuan makhluk yang menerjang global, dia bekerja sama dengan manusia, bertarung dalam darah dan melangkah di jalan evolusi menuju puncak kekuatan.
Rekomendasi untuk Anda





Mata Tua vs Dunia Baru
Pemandangan sang jenderal tua di ruang kontrol futuristik lalu terpana melihat retakan langit—kontras generasi yang menggigit. Evolusi Bermula dari Ular Licik tidak hanya soal kekuatan, tapi juga ketakutan akan perubahan. Mata cokelatnya berbicara lebih keras dari dialog apa pun. 👁️🔥
Tentara & Ular: Duo Tak Terduga
Siapa sangka pasukan berperisai merah dan ular emas jadi tim satu misi? Evolusi Bermula dari Ular Licik membangun dinamika unik: kekompakan militer vs kebijaksanaan mitos. Saat mereka lari masuk portal bersama, aku langsung teriak 'JANGAN BERHENTI!' 🏃♂️🌀
Latar Pasca-Apokaliptik yang Menyedihkan
Langit ungu, reruntuhan kuno, bulan ganda—Evolusi Bermula dari Ular Licik menciptakan dunia yang indah sekaligus menyedihkan. Mayat-mayat bercahaya seperti lilin di tengah kehancuran... ini bukan akhir, tapi awal dari sesuatu yang lebih besar. 💔🌌
Pink Hair = Signal Bahaya?
Rambut pink si protagonis bukan sekadar gaya—setiap kali dia marah, warnanya menyala seperti alarm. Di tengah kota hancur, ekspresinya berubah dari shock ke determinasi dalam satu detik. Evolusi Bermula dari Ular Licik tahu betul cara bikin penonton jatuh cinta pada karakter. 💥🖤
Ular Emas yang Tak Bisa Ditebak
Evolusi Bermula dari Ular Licik benar-benar menipu kita—ular raksasa bukan musuh, tapi kunci! Dari pantai tenang ke ruang angkasa penuh bintang, transisi visualnya halus seperti mimpi. Ekspresi karakter utama saat melihat mayat-mayat bercahaya? Bikin merinding. 🐉✨