PreviousLater
Close

Dunia Game Ini, Aku yang Berkuasa Episode 22

like2.0Kchaase1.7K

Dunia Game Ini, Aku yang Berkuasa

Lina, seorang gamer yang terobsesi dengan dunia game, mengalami kecelakaan dan malah bertransformasi jadi pelayan iblis di dalam game tersebut. Begitu membuka mata, ia sudah memegang cambuk di depan Lyle yang sedang disiksa, dengan tingkat kejahata tertinggi yang muncul di atas kepalanya.
  • Instagram

Ulasan episode ini

Si Biru vs Si Hitam: Duel Elegan yang Bikin Nafas Tersengal

Adegan si biru mengayunkan cambuk sambil tersenyum manis—dingin, licin, dan mematikan. Lawannya tak jatuh karena kekuatan, tapi karena kehilangan kendali emosi. Dunia Game Ini, Aku yang Berkuasa mengajarkan: kelembutan bisa lebih tajam dari pedang. 💫

Ketika Ramuan Magis Jatuh di Lantai Marmer

Gelas pecah, cairan merah menyebar—bukan kecelakaan, tapi sinyal perang dingin dimulai. Di tengah kerumunan yang berpura-pura tak melihat, hanya si biru yang tersenyum. Dunia Game Ini, Aku yang Berkuasa: semua drama dimulai dari satu tetes darah yang tak terlihat. 🩸

Ram Horn & Bunga Biru: Cinta yang Dibungkus Rantai

Dia membungkuk, dia menaiki punggungnya—bukan submisi, tapi taktik. Si bunga biru tak butuh tahta, ia cukup duduk di atas kekuasaan yang sudah menyerah. Dunia Game Ini, Aku yang Berkuasa mengingatkan: cinta di istana itu seperti kue—manis di luar, beracun di dalam. 🎂

Mereka Datang dari Pintu Emas—Dan Semua Berhenti Bernapas

Bunga mawar jatuh, bulan bersinar, dua sosok muncul dari malam. Bukan kedatangan biasa—ini penanda akhir era. Dunia Game Ini, Aku yang Berkuasa memilih momen ini sebagai klimaks: ketika kekuasaan lama mati, yang baru datang dengan senyum dan mahkota berlian. 👑

Ritual Kekuasaan di Balik Pesta Mewah

Dunia Game Ini, Aku yang Berkuasa bukan sekadar pesta—ini panggung kekuasaan tersembunyi. Setiap bow, tatapan, dan jatuhnya gelas anggur adalah bahasa politik. Si biru dengan cambuk? Bukan hiasan, tapi simbol kontrol halus. 🔥