Akulah Ratu Antagonis
Mirah jadi tokoh antagonis novel dan perlu mengumpulkan nilai kebencian. Namun saat sistem error, keluarganya bisa dengar pikirannya! Ia malah jadi kesayangan tiga kakaknya dan selamatkan keluarga dari kebangkrutan. Tunangannya, Alvan, pun jadi selalu ingin dekat dengannya. Apa Mirah bisa menyelesaikan tugasnya?
Rekomendasi untuk Anda



印尼.jpg~tplv-vod-rs:651:868.webp)

Cinta Remaja vs Dunia Dewasa yang Dingin
Adegan ciuman di lapangan terbuka versus rapat keluarga di ruang berhias kristal—kontrasnya menusuk. Gadis dalam cardigan merah diam di balik pintu, mengunyah kacang sambil menyaksikan drama dewasa yang tak pernah mengundangnya. Akulah Ratu Antagonis, dan dia baru saja mulai bermain. 🥜👀
Dasi Motif Berlian = Bahasa Tubuh yang Tersembunyi
Liu Wei memakai dasi berlian kecil—detail kecil yang justru paling berisik. Saat dia menyilangkan tangan, itu bukan sikap defensif, melainkan 'saya sudah tahu semua'. Di tengah keramaian keluarga, diamnya lebih keras daripada teriakan. Akulah Ratu Antagonis, dan dia tak perlu bicara untuk menang. 💎🤫
Gadis Cardigan Merah: Penonton yang Jadi Pemain
Dia hanya mengintip dari balik pintu, mengunyah kacang satu per satu—tetapi ekspresinya? Lebih dramatis daripada dialog utama. Ketika semua orang asyik berdebat, dia tersenyum kecil... lalu masuk. Akulah Ratu Antagonis bukan karena jahat, melainkan karena dia tahu kapan harus muncul. 🦊🍓
Ruang Tamu Mewah, Tapi Hati Penuh Retak
Chandelier megah, sofa emas, tetapi suasana seperti kaca tipis yang siap pecah. Setiap orang duduk rapi, tetapi jarak antar kursi lebih besar daripada yang terlihat. Liu Wei menatap kosong—dia bukan penonton, melainkan arsitek kehancuran halus. Akulah Ratu Antagonis, dan pertempuran dimulai dari senyum palsu. 🕊️🎭
Kecemburuan yang Tak Terucap di Balik Senyum
Liu Wei tampak tenang, tetapi matanya berbicara lain saat melihat pasangan muda itu berciuman. Di ruang mewah penuh emas, setiap tatapan adalah senjata diam—Akulah Ratu Antagonis bukan soal kejahatan, melainkan tentang siapa yang berani menahan rasa. 😌✨