Di karnival sesak, aku diselubungi trenchcoatnya, menggigil. Tangannya menyusup ke dalam bajuku, tubuhnya menekan dari belakang. Tunangku kurang tiga meter; jika dia menoleh, dia akan nampak seluar dalamku sudah koyak. Tiba-tiba orang di depan bertembung kuat, aku hilang imbangan, terhuyung ke pelukannya—dalam tolak-menolak itu, dia menembusi aku tanpa amaran.