PreviousLater
Close

Tersungkur Sebelum Terbang Episod 6

like2.0Kchaase2.0K

Tersungkur Sebelum Terbang

Daisy Soh umur lapan ayah tarik Tulang Roh jadi sia-sia. Menyamar lelaki, "Cantik Berbisa" menakutkan dunia, didera keluarga. Keluarga Soo mencabar, dia ajar pelayan kalahkan musuh, tangan hantar Grandmaster terbang. Tarik tulang selamatkan nyawa. Selamatkan ayah, sertai pertandingan, buka rahsia adik anak zina. Istana Puncak Langit bangkit Tulang Roh, bunuh pengkhianat. Ketua Pendekar  Knox Sim penyelamatnya, tinggal jawatan mengikuti. Daisy dengan tahap pusat tenaga 999 naik puncak kungfu.
  • Instagram

Ulasan Episod Ini

Kepala Berbulu, Hati yang Dingin

Lelaki berbulu perak itu diam, tapi matanya berbicara lebih keras daripada teriakan. Setiap kerutan di dahinya adalah sejarah yang tidak diceritakan. Dalam Tersungkur Sebelum Terbang, kekuasaan bukan di tangan yang memegang pedang—tapi yang tahu kapan harus diam. ❄️

Senyumnya, Senjata Paling Mematikan

Si muda berbulu coklat itu tersenyum seperti sedang bermain-main—tapi setiap senyuman menyembunyikan pisau. Dia bukan lawan yang boleh diremehkan. Dalam Tersungkur Sebelum Terbang, kelucuan sering jadi topeng untuk dendam yang sudah lama menunggu masa. 😈

Anak Perempuan dengan Dua Kepang Merah

Dia bukan pembantu—dia penghubung antara langit dan bumi. Setiap kali dia mengangkat pelindung lengan hitam itu, kita tahu: pertempuran bukan soal kekuatan, tapi soal siapa yang masih berani percaya pada keadilan. Tersungkur Sebelum Terbang mengingatkan kita: kecil bukan lemah. 🌸

Darah di Atas Lingkaran Putih

Saat darah jatuh di tengah arena, semua diam. Bukan karena takut—tapi karena akhirnya mereka faham: ini bukan pertandingan, ini pengorbanan yang direka. Tersungkur Sebelum Terbang bukan drama biasa—ini tragedi yang dipaksa jadi tontonan. 💀

Di Atas Bumbung, Dia Menyaksikan Semua

Perempuan berpakaian putih di atas genting bukan sekadar penonton—dia penentu takdir. Setiap teguk daripada kendi kayu itu seperti menghisap napas dunia bawah. Tersungkur Sebelum Terbang bukan tentang jatuh, tapi tentang siapa yang berani menatap jatuh dari ketinggian. 🐉