Seorang wanita tua mengaku sebagai ibu kandung Maharaja, namun ditentang oleh orang istana yang meragui kesahihannya, sementara konflik antara Permaisuri dan orang bawahannya semakin memanas.Adakah wanita tua itu benar-benar ibu kandung Maharaja, dan apakah kesan pengakuannya terhadap hubungan dalam istana?