PreviousLater
Close

Kembalinya Legenda Tenis Episod 3

like2.0Kchaase2.0K

Kembalinya Legenda Tenis

Bekas juara tenis Evelyn Sim bersara paksa. Suaminya koma. Dia sembunyi kerja di gelanggang. Tahun kemudian, anaknya Lauren nekad bertanding. Musuh lama Xavier Wong datang cabar. Lauren dalam bahaya, hampir kena pukulan maut. Evelyn lompat selamatkan, gunakan gerakan legendaris. Xavier terkejut, jerit: "Evelyn Sim, awak!"
  • Instagram

Ulasan Episod Ini

Coach Justin & Drama Keluarga

Coach Justin Koh datang seperti badai—tetapi bukan untuk menghukum, melainkan menyelamatkan. Adegan dia berdiri di tengah konflik antara Xiao Bai dan ibunya? Itu bukan mediasi, tetapi pertarungan jiwa. Kembalinya Legenda Tenis memang tidak main-main. ⚖️🔥

Jaket Kuning yang Berteriak

Jaket kuning ibu Xiao Bai bukan hanya warna—ia simbol kecemasan yang tidak berhenti. Setiap gerakannya penuh ketegangan, mulut terbuka tetapi suara tertelan. Di balik sorakan penonton, dia sendiri berjuang melawan bayangannya sendiri. 🧵💛

Penonton Bukan Latar, Tetapi Pemain

Lihatlah penonton dalam Kembalinya Legenda Tenis—mereka bukan sekadar hiasan! Spanduk 'Kami Pasti Menang', tangan yang bergetar memegang kertas, tatapan yang turut menangis... mereka adalah cermin emosi utama. Ini bukan pertandingan tenis, ini pertunjukan jiwa bersama. 📣❤️

Rambut Ponytail vs Dunia

Ponytail Xiao Bai yang sentiasa rapi, tetapi kali ini sedikit kacau—seperti jiwanya yang mula retak. Dia berjalan dengan rakiet tenis di tangan, tetapi yang sebenarnya dipegangnya ialah harapan keluarga, beban masa lalu, dan keinginan untuk menjadi diri sendiri. Kembalinya Legenda Tenis benar-benar menyentuh hati. 🌪️🎾

Air Mata di Lapangan Tenis

Dalam Kembalinya Legenda Tenis, air mata Xiao Bai bukan sekadar emosi—ia adalah letupan daripada tekanan yang terpendam. Wajahnya yang lembut tetapi tegar ketika menahan tangis, lalu tersenyum pahit... itu bukan kelemahan, tetapi kekuatan yang dipaksakan. 🎾💔