Demi menyembuhkan luka terkutuk seorang tawanan, seorang suci malah membangkitkan darah manusia serigala buas dalam dirinya. Terkurung bersama di bawah pengawasan Dewan Tetua, kedua rival ini saling beradu kekuatan berubah wujud. Batas antara pemangsa dan mangsa pun kabur, memicu hasrat terlarang dan revolusi.