Di kursi belakang, aku, seorang janda, menahan napas. Setiap guncangan mobil membuatku makin intim dengan pacar putriku. Sementara putriku yang polos bernyanyi riang, tak menyadari percikan terlarang di antara kami. Seandainya aku tahu perjalanan ini akan meruntuhkan batasan yang kubangun, aku tak akan pernah mengucapkan kata-kata itu.