Di tengah perang, Jenderal terluka tetapi tetap bertekad untuk menciptakan era damai demi seseorang yang dicintainya. Sementara itu, Hanna, yang sedang hamil, bekerja keras untuk menghidupi dirinya dan anak-anaknya, menolak tawaran menikah dari Pak Iwan. Candra, dihadapkan pada tekanan untuk menikahi Nona Linda demi kepentingan keluarga dan kota, tetapi menolak karena cintanya kepada Hanna. Konflik antara cinta dan kewajiban semakin memanas ketika ayah Candra menuduh Hanna sebagai penghalang.Akankah Candra memilih cintanya atau kewajibannya sebagai putra Panglima?