Pedagang biru itu nyaris jatuh dari panggung kecilnya karena terlalu semangat mempromosikan lukisan! Ekspresinya seakan sedang menjual harta karun kerajaan. Namun lihat wajah Liu Yifan—ia hanya tersenyum, seolah tahu semua ini merupakan bagian dari rencana. 🎭
Ia datang diam-diam, minum teh sambil mengamati segalanya. Gaya berpakaian dan tatapannya—tidak main-main. Di Topeng Pemboros 2, ia bukan penonton, melainkan pemain utama yang menunggu momen tepat untuk menghancurkan segalanya. 🔍✨
Orang-orang berebut gulungan, lalu tiba-tiba muncul prajurit bersenjata—koordinasi terlalu sempurna untuk kejadian spontan. Apakah ini pertunjukan? Atau jebakan? Liu Yifan tetap tenang, seolah telah memprediksi semua ini sejak awal. 🕊️
Saat medali emas itu diperlihatkan, kerumunan langsung membeku. Bukan karena takut—melainkan karena mereka tahu: ini bukan main. Di Topeng Pemboros 2, kekuasaan tidak selalu datang dari pedang, tetapi dari simbol yang tepat, di tangan yang tepat. ⚖️
Liu Yifan berjalan santai sambil memegang kipas, tetapi matanya tajam seperti pedang—setiap gerakannya dipantau oleh kerumunan. Di Topeng Pemboros 2, keanggunan bukan hanya soal pakaian, melainkan cara ia mengendalikan perhatian tanpa berbicara. 😏 #SantaiTapiMati