Cintya dan Grup Halim merayakan kesepakatan bisnis dengan Pak Hasan dari Grup Suratno, yang tampaknya sangat mengagumi Cintya dan percaya diri dengan pilihannya. Namun, kepercayaan diri Pak Hasan yang berlebihan menimbulkan kecurigaan.Apakah Pak Hasan memiliki motif tersembunyi di balik kerja sama ini?