Adegan malam di pinggir jalan ini penuh ketegangan emosional. Gadis berhoodie abu-abu tampak terluka saat melihat Daniel Premen datang bersama dua wanita lain. Ekspresi mereka bicara lebih keras dari dialog. Dalam Saat Nama Lama Dipanggil Lagi, setiap tatapan dan senyum palsu terasa seperti pisau halus. Suasana lampu kuning dan meja minuman murah justru memperkuat rasa kesepian di tengah keramaian. Penonton diajak merasakan betapa rumitnya hubungan manusia ketika masa lalu tiba-tiba muncul tanpa permisi.