Jiang Feng tidak berteriak, tidak menggerakkan tangan—tetapi pedangnya telah berbicara sejak detik pertama. Di Putri Mahkota Yang Hebat, kekuatan sejati justru lahir dari kesunyian yang mengguncang jiwa. 🗡️
Li Xiu duduk di takhta, tetapi pandangannya tertuju pada Jiang Feng yang berdiri di bawah. Di Putri Mahkota Yang Hebat, takhta bukan tempat duduk—ia adalah medan perang tanpa darah yang terlihat. 👑
Kain hijau terlepas dari tangan pejabat—seketika semua berhenti bernapas. Di Putri Mahkota Yang Hebat, bahkan kain yang jatuh pun bisa menjadi awal badai politik. 🌪️
Li Xiu digelandang keluar, tetapi senyumnya justru muncul saat pintu tertutup. Di Putri Mahkota Yang Hebat, kekalahan sering kali merupakan awal dari kemenangan yang lebih licin. 🦉
Kontras antara mahkota emas Li Xiu dan baju perang hitam Jiang Feng bukan sekadar gaya—ini simbol konflik yang tak terelakkan. Mereka berdua diam, tetapi matanya berbicara lebih keras daripada teriakan. 💔