Fan Wuji berdarah-darah di tengah upacara, tetapi matanya tak pernah surut. Gu Yan diam, dingin seperti es—namun darah di bibirnya mengatakan lain. Pertarungan Elemen Es dan Api bukan hanya soal kekuatan, melainkan dendam yang mengakar kuat. 💀❄️🔥
Gu Yan tenang menyaksikan 50 cambukan selesai—tetapi ekspresi Fan Wuji saat darah mengalir dari pipinya? Mengerikan. Ia tidak berteriak, justru tersenyum lemah. Apa yang sebenarnya terjadi di balik itu? Pertarungan Elemen Es dan Api benar-benar memilukan. 😢
Wanita dengan luka merah di pipi berkata, 'Pantas mati'—dan itu adalah ibunya sendiri. Dalam Pertarungan Elemen Es dan Api, keluarga bukan pelindung, melainkan algojo terbaik. Ironis? Ya. Menyakitkan? Sangat. 🩸👑
Gu Yu menatap penuh simpati, sementara Gu Yan berdiri tegak dengan mahkota perak—mata merah, darah di hidung. Namun siapa yang lebih kejam? Yang menyiksa atau yang hanya diam? Pertarungan Elemen Es dan Api mengajarkan: keheningan bisa lebih tajam daripada pedang. ⚖️
Shuang'er melayang turun dengan cahaya biru—indah, heroik. Namun Fan Wuji sudah terjatuh, rantai mengikat pergelangan tangannya. Apakah penyelamatan ini akan berhasil? Atau justru memperburuk nasibnya? Pertarungan Elemen Es dan Api belum selesai. 🌫️✨