Dua ekor kuda rambut Xue Qing tak hanya gaya—tapi simbol kepolosan yang mulai retak saat Lin Feng muncul. Ekspresi wajahnya berubah dari bingung ke tersenyum tipis… seperti cinta yang baru saja menyadari dirinya ada. 💫
Latar belakang merah dengan tulisan emas 'Pedang Terangkat, Penyesalan Terlambat' jadi saksi bisu konflik batin. Lin Feng berdiri tegak, tapi matanya berkata: 'Aku tak siap.' Sementara Xue Qing diam—tapi tubuhnya berbicara lebih keras dari kata-kata. 🕯️
Detik saat Lin Feng menyentuh lengan Xue Qing—kain transparan itu seperti kulit kedua mereka. Tidak ada pedang yang terangkat, tapi hati sudah berdarah-darah. Ini bukan drama cinta biasa; ini tragedi yang dimulai dari satu sentuhan salah. ⚔️
Xue Qing tersenyum di akhir, tapi matanya berkaca-kaca. Lin Feng tertawa ringan, tapi tangannya gemetar memegang keranjang bambu. Pedang Terangkat, Penyesalan Terlambat—judul yang tepat untuk dua jiwa yang saling mengejar, tapi selalu datang terlalu lambat. 😢
Dari langkah pertama di tangga kuil hingga tatapan yang saling menyentuh—setiap gerak Xue Qing dan Lin Feng dipenuhi ketegangan halus. Pedang Terangkat, Penyesalan Terlambat bukan hanya judul, tapi napas yang tertahan sebelum badai. 🌿 #KisahYangMenggigit