Awalnya kira bakal sedih lihat surat medis itu, ternyata malah jadi awal pertemuan tegang dengan Zaki Hermawan. Gaya penculikan pakai mobil mewah memang klise, tapi ekspresi si gadis yang nggak mau kalah bikin penasaran. Kemalangan yang Manis ini berhasil bikin aku betah nonton sampai akhir meski tahu akhirnya bakal baper. Aksi para bodyguard juga keren banget.
Zaki Hermawan memang dingin banget sebagai Direktur Utama, tapi ada tatapan khusus saat si gadis berani nolak kartu hitamnya. Adegan di ruang tamu itu penuh tensi, antara marah dan ada perasaan lain yang tersirat. Suka banget sama chemistry mereka di Kemalangan yang Manis yang nggak terlalu dipaksakan. Penonton pasti bakal nebak-nebak hubungan mereka sebenarnya.
Kostum si gadis sederhana banget dibanding suasana mewah di sekitarnya, kontras yang sengaja dibuat untuk menonjolkan karakternya. Akting Zaki saat menelepon di akhir sangat misterius, bikin ingin tahu langkah selanjutnya. Detail kecil seperti surat diagnosis itu jadi kunci cerita yang menarik di Kemalangan yang Manis. Sangat direkomendasikan buat yang suka drama romantis.
Rasanya kesel lihat si gadis dibawa paksa, tapi justru itu yang bikin cerita ini hidup. Perlawanan dia terhadap Zaki menunjukkan kalau dia bukan tipe yang mudah menyerah pada keadaan. Setiap episode di Kemalangan yang Manis selalu punya kejutan sendiri. Aku sudah nggak sabar menunggu kelanjutan nasib mereka berdua setelah telepon itu.
Dari luar gedung sampai ke dalam ruangan, semuanya terjadi sangat cepat tanpa ada adegan yang buang waktu. Penonton langsung disuguhi konflik utama antara si gadis dan Direktur Utama Grup Hermawan. Pengalaman nonton di aplikasi ini nyaman banget, gambarnya jernih. Kemalangan yang Manis punya tempo yang pas buat tontonan selingan saat istirahat kerja.
Ulasan episode ini
Lihat Selengkapnya