Hanira menghadapi ayahnya, Arvin, yang telah menyakiti ibunya dan meremehkannya karena gender. Dia menuntut pengakuan dan keadilan, sementara Arvin, yang kini tak memiliki apa-apa, meminta maaf. Di sisi lain, Hanira mulai dikenal sebagai juara nasional, namun masih ada yang meragukan kemampuannya karena dia perempuan.Bisakah Hanira mendapatkan pengakuan yang dia inginkan dari ayahnya dan dunia?