Adegan di ruang kerja terasa mencekam dengan ketegangan antara dua tokoh utama, tapi klimaksnya benar-benar terjadi di hutan bambu yang gelap. Serangan mendadak dari kelompok bersenjata menunjukkan bahwa Jadi Pemboros Cuma Taktikku bukan sekadar drama istana biasa. Ekspresi dingin sang tokoh berjubah hitam saat melumpuhkan musuh dengan satu gerakan pedang benar-benar memukau. Detail kostum dan pencahayaan biru malam menambah nuansa misterius yang sulit dilupakan. Penonton dibuat menahan napas setiap kali bilah pedang beradu di tengah kesunyian hutan.