Xiao Feng tersenyum sambil memegang pisau—dinginnya sama seperti tatapan di matanya. Namun perhatikanlah: darah di tangan Li Na bukan berasal dari korban, melainkan dari dirinya sendiri. Dendam Raja Serigala bukan soal kekerasan, melainkan tentang siapa yang berani menggenggam pisau lebih dahulu. 🔪🐺
Gaun berkilau Li Na tampak semakin redup saat tangisnya bergema—bukan karena kelemahan, melainkan karena dendam yang telah matang. Tangan yang berlumur darah bukanlah tanda kekalahan, melainkan janji balas dendam yang tak terelakkan. Adegan di ruang makan itu bagaikan teater kematian yang disutradarai oleh nasib. 🩸✨ #DendamRajaSerigala