Aku Ditandai Iblis
Banyak dewa tewas, dunia dewa memutuskan membangun Pulau Surga untuk memilih calon dewa dari manusia. Setelah menjalani cobaan, mereka akhirnya menjadi dewa. Yurino bercita-cita jadi dewa, tapi setelah masuk Pulau Surga, malah mendapat Sistem Raja Iblis. Dengan sistem ini, ia berhadapan dengan dunia dewa, dan akhirnya menguasai dunia dewa dan iblis.
Rekomendasi untuk Anda



印尼.jpg~tplv-vod-rs:651:868.webp)

Goblin Kecil Itu Bukan Musuh, Tapi Pengkhianat Terbaik
Dari kasih sayang memberikan bunga hingga berdiri di sisi iblis—goblin kecil itu menjadi simbol betapa mudahnya loyalitas berubah ketika kekuasaan hadir. Aku Ditandai Iblis menggambarkan pengkhianatan dengan sangat halus, tanpa kata-kata, hanya melalui ekspresi dan adegan transisi. Jenius! 🎭
Si Hitam Berkerudung, Kamu Ngapain Di Belakang?!
Sang penyihir tengkorak hanya muncul sekali, namun aura misteriusnya membuat penasaran. Di tengah hujan api dan teriakan, ia diam seperti penonton setia. Aku Ditandai Iblis suka menyisipkan karakter 'shadow' yang memiliki peran besar di balik layar. Siapa sebenarnya dia? 🔍
Pedang Merah Itu Bukan Senjata, Tapi Teriakan dari Dalam Jiwa
Saat si hitam menggenggam pedang bercahaya merah, yang keluar bukanlah kekuatan—melainkan kesedihan, kemarahan, dan luka masa lalu. Aku Ditandai Iblis menggunakan visual sebagai bahasa emosi. Setiap goresan api = setiap luka yang tak pernah sembuh. 💔🔥
Castle Burned, Tapi Cinta Masih Nyala
Kastil megah berubah menjadi abu, dinding roboh, api melahap segalanya—namun di tengah kekacauan, tiga wanita tetap berdiri bersama. Aku Ditandai Iblis mengajarkan: kehancuran dapat dibangun kembali, asalkan ada yang mau memegang tanganmu saat kau jatuh. ❤️🔥
Drama Iblis vs Malaikat, Tapi yang Menang Justru Manusia
Aku Ditandai Iblis tidak hanya tentang pertarungan kekuatan, tetapi juga konflik emosional antara dua wanita yang saling menyayangi—namun salah satunya harus menjadi korban api. Akhirnya membuatku menangis 😭 Terutama saat si rambut ungu menyelamatkan temannya yang terluka. Cinta di tengah kehancuran adalah yang paling menyakitkan.