Semua penggemar mengibarkan lightstick dan tertawa, kecuali satu gadis dalam gaun emas—ia hanya memandang Ximi dengan tatapan campur aduk. Dalam Aku dan Tiga Kakakku, keheningan sering kali lebih berisik daripada teriakan. 💔 Apakah ia 'kakak' yang paling dekat... atau paling berbahaya?
Ximi muncul dengan senyum hangat di tengah keramaian penggemar yang berteriak—namun mata seorang gadis dalam gaun merah muda tampak gelisah. Di balik kegembiraan Aku dan Tiga Kakakku, tersembunyi ketegangan yang tak terucapkan. 💫 Apakah ia salah satu 'kakak' yang menyembunyikan sesuatu?
Meja merah dengan bunga segar menjadi saksi bisu: Ximi menandatangani foto sambil tersenyum, namun di belakangnya, seorang pria dalam jas biru memandang tajam. Dalam Aku dan Tiga Kakakku, setiap detail—bahkan warna meja—berbicara lebih keras daripada dialog. 🌹
Dua wanita berdiri berdampingan—satu mengenakan blazer ungu bergaya elegan, satunya lagi dalam gaun emas berkilau. Keduanya memegang gulungan kertas putih, tetapi ekspresi mereka berbeda: satu tenang, satu cemas. Dalam Aku dan Tiga Kakakku, kontras visual ini merupakan petunjuk besar. 😳
Saat gadis berbaju merah muda melepas maskernya untuk minum, Ximi berhenti menulis. Pria berjas biru mengernyit. Satu detik itu—di tengah acara penggemar Aku dan Tiga Kakakku—menjadi titik balik yang tak terduga. Siapa sebenarnya dia? 🤫