PreviousLater
Close

Akhiri Cinta 7 Tahun Episode 4

like2.0Kchaase2.1K

Akhiri Cinta 7 Tahun

Winnie, putri konglomerat Kota Gana, sembunyikan identitasnya dan menikah dengan Yunanda, pria miskin Kota Jaya. Namun, setelah 7 tahun menikah, pernikahanan mereka menjadi semakin retak karena adanya ikut campur tangan sahabat ibunya Yunanda, Donita.
  • Instagram

Ulasan episode ini

Pria dengan Brokat Emas & Hati Dingin

Liu Wei berdiri tegak di koridor rumah sakit, bros angsa emas mengkilap, namun matanya kosong bagai kaca jendela yang tak bisa ditembus. Dalam Akhiri Cinta 7 Tahun, kekejaman bukanlah teriakan—melainkan keheningannya saat istri terbaring lemah. Ia memilih menelepon daripada menahan tangan sang istri. Sadis. 😶

Nenek vs Dunia: Perang Dingin di Ruang Rawat

Nenek dengan lengan silang dan alis terangkat itu merupakan simbol semua keluarga yang mengutamakan 'nama' dibanding nyawa. Dalam Akhiri Cinta 7 Tahun, ia bukan penjahat—ia adalah korban sistem patriarki yang percaya cinta harus dibayar dengan kesetiaan buta. Namun sayang, Sun Li bukan boneka. 💔

Tes Kehamilan yang Menghancurkan Segalanya

Dua garis merah = bom waktu. Adegan malam itu—lampu redup, napas tersengal, tangan Liu Wei yang ragu menyentuh bahu Sun Li—lebih mencekam daripada adegan kecelakaan. Akhiri Cinta 7 Tahun mengajarkan: terkadang, kabar baik justru menjadi akhir dari segalanya. 📱💥

Surat Cerai di Atas Selimut Putih

Selembar kertas putih bertuliskan 'Perjanjian Perceraian' diletakkan di atas selimut pasien yang masih lemah. Ironi paling pedih dalam Akhiri Cinta 7 Tahun: cinta yang bertahan selama 7 tahun, hancur dalam 7 detik keheningan. Sun Li tidak menangis—ia hanya menatap langit-langit, seolah memohon kepada Tuhan agar menghapus kenangan itu. 🕊️

Air Mata di Ujung Kelopak

Akhiri Cinta 7 Tahun bukan sekadar drama, melainkan pisau tumpul yang mengiris perlahan-lahan. Ekspresi Sun Li saat melihat hasil tes kehamilan—mata berkaca-kaca, bibir gemetar, lalu jatuh diam—merupakan puncak emosi yang tak memerlukan dialog. Kita semua pernah menjadi dirinya: terjebak antara harapan dan ketakutan. 🩸