Rowan Siew membawakan watak Putera Mahkota dengan sangat meyakinkan dalam Permaisuri Peramal. Ekspresi wajahnya yang dingin namun menyimpan banyak rahsia membuat penonton penasaran. Adegan di mana ia memegang kipas bambu sambil berdiri di tengah kerumunan prajurit menunjukkan aura kepimpinan yang kuat. Kostum hitamnya yang elegan semakin menonjolkan wataknya yang kompleks.
Elodie Kiang dalam Permaisuri Peramal menggambarkan watak wanita yang kuat walaupun berada dalam situasi sukar. Adegan di mana ia digiring dengan rantai di tangan namun tetap menjaga martabatnya sangat memberi inspirasi. Kostum putihnya yang sederhana namun anggun mencerminkan kemurnian hatinya. Penonton akan merasa simpati dan kagum pada keteguhan hatinya menghadapi cubaan.
Aurelia sebagai dayang kepada Elodie Kiang dalam Permaisuri Peramal menunjukkan kesetiaan yang luar biasa. Adegan di mana ia berusaha melindungi tuannya dari bahaya menunjukkan ikatan emosional yang kuat antara mereka. Kostum merahnya yang mencolok menjadi simbol keberaniannya. Penonton akan terharu melihat bagaimana ia rela mengorbankan diri demi orang yang dicintainya.
Freya Kiang dalam Permaisuri Peramal membawa aura misterius sebagai anak angkat keluarga Kiang. Adegan di mana ia duduk bersimpuh dengan wajah sedih namun penuh tekad membuat penonton bertanya-tanya tentang masa lalunya. Kostum putihnya yang sederhana namun elegan mencerminkan kesederhanaan hatinya. Penonton akan penasaran dengan peranan pentingnya dalam alur cerita yang semakin berkembang.
Dalam drama Permaisuri Peramal, Jude Siew sebagai Pemangku Raja menunjukkan sisi lembutnya saat berinteraksi dengan Elodie Kiang. Adegan di mana mereka berdua saling memandang dengan tatapan penuh emosi benar-benar menyentuh hati. Kostum tradisional yang indah dan latar belakang istana yang megah menambah kesan dramatis. Penonton akan terbawa dalam alur cerita yang penuh intrik dan romansa.